Meksiko Siaga, Angka Kematian Corona Tertinggi Ketiga Hingga Terjadi 639 kematian dalam Sehari

- 1 Agustus 2020, 09:10 WIB
FOTO FILE: Hugo, seorang pasien yang sembuh dari penyakit coronavirus (COVID-19), digambarkan ketika ia pergi dari Rumah Sakit Juarez untuk pergi ke rumahnya di Mexico City Mexico, 27 Juli 2020. REUTERS / Edgard Garrido /

MANTRA SUKABUMI - Meksiko siap menyalip Inggris sebagai negara dengan jumlah kematian akibat virus corona ketiga tertinggi saat pandemi mencapai tonggak baru di Amerika Latin dan mengancam akan mengganggu upaya untuk membuka kembali perekonomian.

Catatan yang tidak diinginkan akan menempatkan Meksiko di belakang Brasil, negara terbesar dan terpadat di Amerika Latin, dan Amerika Serikat.

Lebih dari 91.000 orang tewas di Brasil dan jumlah korban tewas di AS telah melampaui 152.000. Meksiko pada hari Kamis mencatat 639 kematian tambahan untuk menambah jumlah kematian menjadi 46.000, dengan 416.179 kasus dikonfirmasi, seperti dikutip mantrasukabumi.com dari ChanelNewsAsia.

Baca Juga: Listrik Gratis Bulan Agusstus Sudah Bisa Diklaim, Berikut Cara Klaimnya

Inggris telah mencatat 46.084 kematian dan 303.913 kasus, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Para pejabat Meksiko mengatakan pandemi itu kemungkinan jauh lebih luas daripada yang dicerminkan oleh angka resmi.

Meningkatnya jumlah korban telah memperkuat status Amerika Latin sebagai salah satu pusat penyebaran virus karena kasus-kasus di wilayah tersebut telah berlipat dua dalam sebulan terakhir menjadi lebih dari 4,7 juta infeksi.

Baca Juga: Idul Adha, Demi Protokol Kesehatan, Warga Bandung Dilarang Pinjam Golok

Kolombia, di mana penguncian direncanakan sampai akhir Agustus, melewati 10.000 tolok ukur kematian pada hari Jumat, menghitung 10.105 kematian.

Halaman:

Editor: Emis Suhendi

Sumber: Channel News Asia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X