Pencalonan Presiden Trump Akan Dilakukan Secara Pribadi, Tertutup dari Wartawan

- 2 Agustus 2020, 16:25 WIB
Sementara Trump membatalkan komponen publik dari konvensi partai di Florida bulan lalu, delegasi dijadwalkan untuk berkumpul di Charlotte, North Carolina untuk menjadikannya pembawa standar Republik sekali lagi [Patrick Semansky / AP] /

MANTRA SUKABUMI - Pemilihan Partai Republik untuk mencalonkan Presiden Donald Trump akan dilakukan secara pribadi akhir bulan ini, tanpa anggota pers hadir, seorang juru bicara konvensi nasional partai mengatakan, mengutip keprihatinan virus corona.

Sementara Trump membatalkan komponen publik dari konvensi di Florida bulan lalu, dengan mengutip sejumlah kasus virus di seluruh negeri, 336 delegasi dijadwalkan untuk berkumpul di Charlotte, North Carolina, pada 24 Agustus untuk secara resmi memilih untuk menjadikan Trump calon nominasi GOP sekali lebih.

Dikutip mantrasukabumi.com dari Aljazeera bahwa konvensi pencalonan secara tradisional dimaksudkan untuk menjadi bonanza media, karena partai-partai politik berupaya memanfaatkan perhatian yang diberikan oleh acara untuk menyebarkan pesan mereka kepada sebanyak mungkin pemilih.

Baca Juga: Ike Muti Minta Maaf Atas Informasi Bohong yang Disebarkan, Usai Dapat Surat Somasi dari Pemprov DKI

Jika keputusan GOP berlaku, itu akan menandai konvensi pencalonan pihak pertama dalam sejarah modern yang tertutup bagi wartawan.

"Mengingat pembatasan kesehatan dan pembatasan yang diberlakukan di negara bagian Carolina Utara, kami merencanakan kegiatan Charlotte ditutup, Jumat, 21 Agustus - Senin, 24 Agustus," kata seorang jurubicara konvensi.

"Kami senang memberi tahu Anda jika ini berubah, tetapi kami bekerja dalam parameter yang ditetapkan di depan kami oleh pedoman negara bagian dan lokal mengenai jumlah orang yang dapat menghadiri acara." Keputusan itu pertama kali dilaporkan oleh Partai Demokrat-Arkansas.

Baca Juga: Lebih dari 80 Orang Tewas Usai Minum Alkohol Bajakan di India, Ratusan Meninggal Tiap Tahunnya

Beberapa delegasi GOP secara pribadi telah mengangkat masalah logistik dengan melakukan perjalanan ke salah satu kota, dengan alasan semakin banyaknya yurisdiksi yang memberlakukan perintah karantina wajib bagi para pelancong yang kembali dari negara-negara yang mengalami lonjakan infeksi.

Halaman:

Editor: Emis Suhendi

Sumber: Aljazeera


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X