Biden, Akhiri Larangan Muslim dan Ingin Sekolah di AS Ajarkan Islam Hingga Bacakan Hadits Nabi SAW

- 9 November 2020, 13:20 WIB
Joe Biden: Joe Biden mengumumkan Satgas penanganan Covid-19 baru di AS yang dipimpin oleh 3 ketua yaitu dari mantan ahli bedah umum dan 2 orang lainnya /Twitter @JoeBiden/

MANTRA SUKABUMI - Pada hari pertama masa kepresidenannya, presiden terpilih Joe Biden bermaksud untuk mencabut larangan Muslim Donald Trump, yakni perjalanan pada pelancong dari 13 negara yang sebagian besar negara mayoritas Muslim atau Afrika.

Joe Biden juga berharap setiap sekolah di AS mengajarkan lebih banyak tentang Islam, bekas wakil presiden era Barack Obama memuji Islam sebagai agama yang agung.

Sambil mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang bebunyi “Siapa pun di antara kamu melihat kesalahan, biarkan dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika dia tidak bisa, maka dengan hatinya,” kata Biden mengutip dalil tersebut.

Baca Juga: Nikmati Makan Kenyang dan Hemat Dengan ShopeePay Deals Rp1

Baca Juga: Joe Biden Buat Umat Islam Tekejut, Usai Kutip Hadist Nabi dalam Sebuah Pernyataan

Joe Biden juga mengatakan, “Pada hari pertama, saya akan mengakhiri larangan Muslim inkonstitusional Trump.”

“Sebagai presiden, saya akan bekerja sama dengan Anda untuk merobek racun kebencian dari masyarakat kita untuk menghormati kontribusi Anda dan mencari ide-ide Anda, Pemerintahan saya akan terlihat seperti Amerika dengan Muslim Amerika melayani di setiap tingkatan,” kata Biden.

Diktutip mantrasukabumi.com dari hajinews.id, bahwa sembari memuji Islam sebagai salah satu agama yang agung, Biden mengatakan kepada para peserta kampanye “Million Muslim Votes” bahwa dia berharap sekolah-sekolah AS mengajarkan lebih banyak tentang Islam.

“Salah satu hal yang saya pikir penting, saya berharap kami mengajar lebih banyak di sekolah kami tentang iman Islam,” katanya, yang menyalahkan Presiden Donald Trump karena “mengipasi api kebencian”.

Capres berusia 77 tahun ini berjanji akan mencabut larangan bepergian (travel ban) yang sudah tiga tahun diberlakukan pemerintahan Trump.

Halaman:

Editor: Emis Suhendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X