Terkait Kasus Pedofilia di Sukabumi, Ini Kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukabumi

- 30 Juni 2020, 17:25 WIB
Ilustrasi pencabulan terhadap anak-anak.* /Dok PRFM.

MANTRA SUKABUMI - Kasus pedofilia yang terjadi di Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi dengan berkedok belajar ilmu kanuragan menuai banyak komentar dari berbagai pihak, salah satunya dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati.

Diungkapkan Leni, dirinya mengaku sangat prihatin dengan kasus yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi, apalagi korbannya mencapai puluhan orang.

"Saya tentu sangat prihatin terkait kasus ini, Pedofilia ini kelainan mental (tepatnya kelainan seksual),  nafsu atau ketertarikan seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima mantrasukabumi.com, Selasa (30/06/2020).

Baca Juga: Kabar Gembira Mulai 1 Juli Besok, Jawa Timur Gratiskan Denda Pajak Kendaraan dan Diskon 15 Persen

Ia mengatakan agar tidak jatuh korban lagi, pelaku harus disembuhkan. Pengobatannya difokuskan untuk mengubah perilaku berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal.

"Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) perlu melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait agar bisa membantu menyelesaikan kasus ini. Korban juga perlu dilakukan pengobatan dan pendampingan baik fisik maupun psikisnya," katanya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Kota Sukabumi Wilayah Pertama di Jawa Barat Berstatus Zona Hijau

Baca Juga: SMK Swasta Tak Terpengaruh Program SMA SMK Negeri Gratis

Lebih lanjut Leni menambahkan para orang tua perlu waspada dengan memberikan edukasi kepada anak-anak. Mulai dari pendidikan seks usia dini, diantranya dengan menjelaskan kepada anak seputar tubuh, bagian mana saja yang bersifat intim dan harus dijaga. Anak-anak juga perlu dipahamkan untuk lebih hati-hati terhadap orang asing. Selain itu, juga perlu dilakukan edukasi tentang pembatasan penggunaan gadget, terutama bahaya game online dan penggunaan media sosila bagi anak-anak.

Halaman:

Editor: Abdullah Mu'min


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X