MUI Jawa Tengah Imbau Umat Islam Saat Lebaran Bersilaturahmi Secara Batiniah Ditengah Pandemi Corona

- 23 Mei 2020, 14:40 WIB
ILUSTRASI Pelaksanaan salat Idul Fitri tahun 1441 dalam situasi Pandemi Covid-19 tetap dianjurkan di rumah dengan jumlah terbatas .*/NU Online

MANTRA SUKABUMI – Ditengah pandemi virus corona umat muslim akan menjalani kegiatan Idul Fitri 1441 H, namun tentunya tahun ini berbeda tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemi masih berlangsung.

Melihat hal tersebut, MUI Jawa Tengah menghimbau umat muslim untuk tidak bersilaturahmi bertatap muka langsung saat lebaran dengan tujuan untuk mencegah penularan virus corona di Kabupaten Kudus.

MUI Jawa Tengah juga menilai bahwa untuk tahun ini silaturahmi bisa dilakukan secara batiniah untuk saling memaafkan.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua MUI Kudus Asyrofi Masitho, pada Sabtu "Meskipun tidak hadir secara fisik, kami optimistis dari sisi batiniah masing-masing umat Muslim bisa saling memaafkan”. Sebagaimana dikutip dari Antaranews.com.

Para kerabat, kata dia, dipastikan akan menghormatinya karena sama-sama tahu kondisi saat ini.

Baca Juga: Pakar Kedaruratan Utama WHO: Situasi Amerika Selatan Tampak Lebih Suram, Jadi Episentrum Baru Corona

Selain itu, masih ada alat komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi pada saat Lebaran, meskipun dibatasi oleh kepemilikan nomor kontak untuk bisa menghubunginya.

Menurut dia menjaga kesehatan diri serta menghindari kontak fisik antar sesama lebih baik demi mempercepat proses pemulihan dari wabah corona sehingga ketika sudah aman bisa beraktivitas normal, termasuk bersilaturahmi secara fisik.

Ia juga menghargai beberapa kiai di Kabupaten Kudus yang tidak melakukan "open house" saat Lebaran nanti.

Tradisi Lebaran tidak hanya bersilaturahmi antar sesama umat Muslim, sebagian juga memiliki kebiasaan untuk bersedekah kepada warga yang kurang mampu.

Karena sedang dalam pandemi COVID-19, umat Muslim yang tergolong tidak mampu tentunya sudah dipenuhi kebutuhannya oleh masjid terdekat yang mengumpulkan zakat umat Muslim serta sedekah dari warga kaya.

"Program 'jogo tonggo' yang sedang didengungkan juga bisa dimanfaatkan untuk memantau kondisi warga kurang mampu apakah kebutuhan makan sehari-harinya sudah terpenuhi atau belum," ujarnya.

Baca Juga: Amalan Hari Raya Idul Fitri: Niat Mandi Sunnah Salat Idul Fitri

Terkait dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri, sesuai kesepakatan bersama Pemkab Kudus dan beberapa pihak terkait bahwa masyarakat diimbau menjalankannya di rumah demi mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.

Kalaupun pengelola masjid ingin menggelar Shalat Id berjemaah, maka protokol kesehatannya harus benar-benar diterapkan, mulai dari memakai masker, jaga jarak saf, dan cuci tangan pakai sabun sebelum masuk masjid, serta dipastikan bahwa jemaah yang hadir juga dalam kondisi sehat dan tidak ada riwayat kontak dengan pasien COVID-19 atau perjalanan dari daerah pandemi corona.**

Editor: Emis Suhendi

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X