Banyak Insiden Pengambilan Paksa Jenazah Terpapar Covid-19, Presiden Joko Widodo Beri Tanggapan

- 29 Juni 2020, 17:00 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku jengkel pada kinerja Menteri dalam menanggulangi Covid-19 dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020, di Istana Negara, Jakarta.* /youtube.com/sekretariatpresiden

MANTRA SUKABUMI - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum ada titik akan segera berakhir, meski sebagian negara telah kembali menjalani kehidupan normal di tengah pandemi.

Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 hingga saat ini telah terkonfirmasi lebih dari 55.000 lebih kasus positif. Setiap hari angka tersebut alami peningkatan.

Selain itu, selama pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sekali pasien yang telah meninggal dunia. Tercatat hingga saat ini 2.800 orang lebih yang meninggal.

Baca Juga: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Buka PPDB 1-3 Juli 2020 untuk Jalur Prestasi Akademis

Baca Juga: Sinopsis The Divergent Series: Insurgent, Tayang di Bioskop Trans TV Malm Ini

Bahkan termasuk di dalamnya tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 pun tak sedikit yang telah menjadi korban meninggal dunia.

Namun, di sisi lain banyak kejadian-kejadian selama pandemi ini saat korban mininggal dunia akibat virus Corona di rumah sakit jenazahnya diambil paksa oleh keluarga.

Padahal, dalam pengurusan jenazah korban virus Corona telah ada prosedur yang harus dijalankan untuk menjaga hal yang tak dinginkan.

Menyikapi insiden tersebut, Presiden Jokowi angkat bicara terkait permasalahan ini. Dia berharap, kejadian-kejadian tersebut tak berlanjut dikemudian hari. 

Halaman:

Editor: Encep Faiz

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X