Para Astronom Deteksi 958.963 Asteroid di Tata Surya Menjelang Hari Asteroid Internasional

- 1 Juli 2020, 01:11 WIB
ILUSTRASI asteroid dan Bumi.*

MANTRA SUKABUMI - Fenomena langit saat ini sering kali terlihat di belahan dunia.

Kemunculannya ada yang membawa keindahan dan ada juga yang membuat ketakutan sebagian penduduk bumi.

Diketahui, tiga hari menjelang Hari Asteroid Internasional yang jatuh setiap 30 Juni, para astronom dengan hasil penelitiannya telah berhasil mendeteksi atau menemukan sebanyak 958.963 asteroid atau planet minor di Tata Surya.

Baca Juga: Anak SD Kelas VI Hamil 7 Bulan, Diduga Digagahi Saudara Ipar Sang Ibu, Polisi Selidiki Kasusnya

“Pada 27 Juni 2020 sudah ditemukan 958.963 orbit asteroid. Bisa bertambah lagi dengan kemajuan teknologi, dan ukurannya bisa lebih kecil, lebih gelap dan semakin jauh,” kata astronom dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Endang Soegiartini dalam diskusi daring Asteroid Day diakses dari Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari laman Antaranews.com.

Distribusi serpihan batu primitif yang diketahui terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu di Tata Surya itu, menurut Endang, ada di Sabuk Asteroid yang sebagian besar mengorbit di antara Mars dan Jupiter.

Setidaknya ada 1,1 juta hingga 1,9 juta asteroid yang berdiameter lebih dari 1 kilometer (km) atau 0,6 mil serta jutaan asteroid berukuran lebih kecil mengorbit di sana.

Baca Juga: Terkait Kasus Pedofilia di Sukabumi, Ini Kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukabumi

Meski demikian Endang mengatakan masyarakat tidak perlu takut karena asteroid-asteroid tersebut hampir jarang menabrak bumi dan jaraknya sangat jauh.

Halaman:

Editor: Emis Suhendi

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X