Polri Dianggap Khianati Rakyat Dalam Kasus Djoko Tjandra

- 25 Juli 2020, 20:09 WIB
Buronan Djoko Tjandra yang diduga berada di Malaysia. (Antara) /

MANTRA SUKABUMI - Kasus Djoko Tjandra menyita perhatian publik, bagaimana mungkin seorang narapidana bebas berkeliaran di Indonesia bahkan sempat membuat KTP elektronik tanpa ditangkap.

Terkait hal tersebut, Polri telah mencopot jabatan tiga jenderal yang disinyalir terlibat dalam kasus tersebut. Selain jenderal polisi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menonaktifkan salah satu lurah yang menerbitkan KTP elektronik tersebut.

Hingga kini buronan koruptor tersebut belum diketahui secara pasti tempat persembunyiannya. MAKI ssmpat mempeediksi bahwa Djoko Tjandra berada di Malaysia dengan argumentasinya.

Baca Juga: Dibalik Khasiat Daun Kelor, Ternyata Dipercaya Bisa Bantu Sembuhkan Corona

Baca Juga: Dinilai Tak Masuk Akal, Tiongkok Tetap 'Ngotot' Klaim 90 Persen Atas Perairan Laut China Selatan

Menanggapi keterlibat petinggi kepolisian tersebut, Anggota DPR RI Fadli Zon mengatakan, bahwa institusi Polri harus dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terkait penegakan hukum.

Menurutnya, kasus buron terpidana kasus pengalihan utang (cessie) Bank Bali tersebut merupakan tamparan keras, karena melibatkan oknum perwira tinggi kepolisian.

Baca Juga: Ditahannya Peneliti China oleh AS, Semakin Buruk Hubungan Washington dengan Beijing

"Ini yang bahaya, hukum hanya menjadi alat untuk permainan kekuasaan," kata Fadli di Jakarta, Sabtu 25 Juli 2020

Halaman:

Editor: Andriana

Sumber: RRI.co.id


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X