Retas Twitter dan Hasilkan 180.000 Dollar, Remaja Usia 17 Tahun ini Ditangkap Polisi

- 1 Agustus 2020, 17:34 WIB
Ilustrasi Twitter. / AFP/Olivier Doulievery/AFP

 

MANTRA SUKABUMI - Kehadiran media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp dan sebagainya memberikan dampak yang baik untuk silaturahmi, melancarkan bisnis, hingga mencari jodoh.

Namun media sosial tidak lepas dari kelemahan dan kekurangan, sehingga ada celah bagi oknum tertentu untuk meretas dengan tujuan sekedar iseng maupun melakukan tindak kejahatan.

Seperti yang dilakukan seorang remaja asal Tampa, Florida, Amerika Serikat baru-baru ini. Ia ditangkap kepolisian karena menjadi dalang dibalik peretasan akun-akun tokoh besar di Twitter beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Terlalu Banyak Konsumsi Daging, Begini Dampak Bahayanya

Baca Juga: Gas Elpiji 3 kilogram Langka Padahal Bukan Untuk Masyarakat Mampu

Dikutip dari Antara yang mengutip The New York Times, Graham Ivan Clark, yang baru berusia 17 tahun, ditangkap di apartemennya pada Jumat (31/07/2020) waktu setempat. Clark dikenai 30 tuduhan atas kejahatan besar, termasuk penipuan dan akan dihukum sebagai orang dewasa.

Clark baru saja lulus SMA di Florida. Dia tidak bertindak sendiri dalam peretasan besar ini, melainkan dibantu dua orang masing-masing bernama Mason John Sheppard (19) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22) dari Orlando, Florida.

Keduanya dituduh membantu Clark, yang menggunakan nama samaran Kirk, dalam peretasan. FBI menyatakan Clark dan Fazeli sudah ditangkap, namun, Sheppard belum dan akan dalam pengawasan.

Pengacara negara bagian Florida yang menangani kasus tersebut, Andrew Warren, menyebutkan Clark, meski pun baru berusia 17 tahun, cukup berpengalaman hingga berhasil menembus jaringan Twitter tanpa terdeteksi.

Halaman:

Editor: Abdullah Mu'min

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X