23 Soal Populer Bahasa Sunda Kelas 10 SMK Semester 2 Tahun 2022, Simulasi UAS PAS Simak Soalnya!

- 14 Mei 2022, 21:05 WIB
Kumpulan 23 soal populer Bahasa Sunda kelas 10 SMK semester 2 tahun ajaran 2022 dengan simulasi UAS PAS
Kumpulan 23 soal populer Bahasa Sunda kelas 10 SMK semester 2 tahun ajaran 2022 dengan simulasi UAS PAS /Pixabay/Lukasbieri

MANTRA SUKABUMI - Inilah soal populer Bahasa Sunda kelas 10 SMK semester 2 tahun ajaran 2022.

Soal ini marilah disimak oleh kelas 10 SMK dengan soal berupa pilihan ganda pelajaran Bahasa Sunda yang berjumlah 23 butir soal.

Soal Bahasa Sunda ini sengaja kami buat untuk teman-teman kelas 10 SMK supaya berlatih untuk menghadapi UAS PAS nanti.

Baca Juga: Pelajari dan Pahami, Ini Soal UKK PAT Tema 7 Kelas 5 SD MI Semester 2 Berikut dengan Kunci Jawaban Terpopoler

Pada soal ini kami buat seperti soal simulasi yang akan membuat teman-teman seperti mengerjakan soal ujian pada umumnya.

Oleh karena itu agar tidak semakin penasaran dengan soal-soal yang diberikan ini simaklah soal UAS PAS Kelas 10 SMK dibawah ini.

Dilansir mantrasukabumi.com dari buku.kemendikbud.go.id pada Sabtu, 14 Mei 2022, Inilah soal Bahasa Sunda yang dapat kami paparkan.

1. Angklung Buhun, angklung adalah alat musik Tatar Sunda yang terbuat dari bambu, sedangkan Buhun berarti tua. Berdasarkan keterangan Komite Seni Musik Dewan Kesenian Banten (DKB) maka bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud Angklung Buhun, adalah alat musik dari bambu milik masyarakat Tatar Sunda dari leluhurnya, baik itu bendanya maupun bunyi-bunyian yang keluar darinya.Ketua Komite Seni Musik DKB Purwo Rubiono, ada beberapa perbedaan mendasar antara Angklung Buhun dan Angklung Modern, pertama dari segi fisik ukurannya besar. Namun yang paling penting diketahui adalah, 

Angklung Buhun hanya memiliki nada-nada arkaik, yaitu nada pentatonik."Pentatonik berarti lima nada, yaitu Da Mi Na Ti La Da dalam bahasa aslinya, yang pada hari ini kita kenal dengan Do Re Mi So La Do," jelasnya, Kamis (29/4/2016).Dari perbedaan prinsipil itu, maka kita mengetahui bahwasanya Angklung telah mengalami perkembangan sehingga bisa diterima dunia bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda."Angklung modern tidak lagi menggunakan nada pentatonik yang tradisional,yang dikembangkan oleh Mang Ujo di Bandung nadanya sudah lengkap dengan Do Re Mi Fa So La Si Do, itu diakui sendiri oleh almarhum Mang Ujo semasa hidupnya," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Neng Siti Kulsum Ayunengsih


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x