Menko Polhukam Mahfud MD Tantang Perdana Menteri Vanuatu Lakukan Penyelidikan

2 Oktober 2020, 21:48 WIB
Menkopolhukam, Mahfud MD. /Dok. Kemenkopolukam

MANTRA SUKABUMI - Negara Vanuatu kini menjadi sorotan, khususnya warga Indonesia. Bahkan media sosial negara itu diserbu Netizen.

Seperti diketahui Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman menyebut Indonesia melanggar hak asasi manusia (HAM) di Papua. 

Ia menyampaikan pandangannya itu dalam sidang Majelis Umum Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Mengerikan, Presiden AS Donald Trump Mulai Karantina Mandiri Karena Covid-19

Baca Juga: Jaksa Agung Dicopot Diduga Karena Dirinya, Jaksa Pinangki: Tidak Ada Hubungannya

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merespons tudingan dengan mempersilakan semua pihak termasuk Vanuatu menyelidiki berbagai peristiwa terjadi di Papua.

Mahfud MD menjelaskan, saat ini bukan rahasia umum di Papua terdapat kelompok-kelompok resisten menggunakan isu HAM sebagai alat propaganda.

"Silakan, di sana lakukan perlindungan HAM, lakukan penyelidikan-penyelidikan. Nanti, kita gunakan, lalu ambil keputusan atau sikap sebagai sebuah negara. Institusi," kata Mahfud saat menggelar konferensi pers secara daring seperti dikutip mantrasukabumi.com dari rri.co.id pada Jumat, 2 Oktober 2020.

Mantan orang nomor 1 di MK ini menyebut, perwakilan Vanuatu mengada-ngada. Dia tidak menerima ada intervensi luar negeri dalam penanganan dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Baca Juga: Merchant Baru ShopeePay Minggu ini Penuh dengan Fesyen dan Makanan Lezat

"Dia itu (Vanuata, red) bukan orang Papua. Vanuatu bukan rakyat, tidak mewakili rakyat Papua karena Papua adalah Indonesia. Indonesia adalah Papua, itu saja," tegasnya.

Vanuatu pernah menjadi sorotan saat menyusupkan tokoh separatis Papua Benny Wenda, dalam delegasinya keyika bertemu dengan Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet di Jenewa sekitar Januari tahun lalu.**

Editor: Andriana

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler