Tak Mau Kalah dari AS yang Kirim Dua Pesawat Pembom, China Unjuk Kekuatan Pamer Rudal Helikopter

- 20 Juli 2020, 10:01 WIB
ILUSTRASI Rudal.*
ILUSTRASI Rudal.* /Lockheed Martin

 

MANTRA SUKABUMI – Amerikat Serikat dan China sama-sama melakukan aktivitas militer, untuk memperkuat pertahanannya masing-masing. Hubungan antara kedua Negara ini diperkirakan semakin meruncing.

Sebelumnya Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces) mengirim dua pesawat pembom, Rockwell B-1 Lancer, ke Pangkalan Militer Andersen, Guam. Pengerahan dua pesawat pembom B-1 Lancer adalah untuk mendukung latihan tempur armada militer AS di Laut China Selatan.

Sebelum pesawat pembom itu datang, armada tempur Amerika sudah gelar latihan di kawasan itu. Dua kapal penjelajah, dua kapal perusak, dan yang utama adalah dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, sudah beraksi lebih dulu.

Baca Juga: Diambang Perang, AS Tunjukkan Kekuatan Tempur Turunkan Pesawat Pembom di Laut China Selatan

Baca Juga: Kian Terbuka, Ayah Almarhum Editor Metro TV Ungkap Prilaku Aneh dari Pacar Mendiang Anaknya

Di sisi lain, ternyata China tak mau kalah. Dalam laporan yang dikutip dari Bulgarian Military, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dikabarkan telah berhasil lakukan uji coba rudal baru.

Menurut  laporan lainnya yang dikutip dari South China Morning Post (SCMP), rudal udara-ke-permukaan (Air-to-surface missile) terbaru China masih belum diketahui nama dan spesifikasinya. Uji coba rudal baru dilakukan China di sebuah gurun di Daerah Otonomi Mongolia.

China membuat rudal baru ini untuk menghalau sistem pertahanan udara. Rencananya, rudal baru ini akan dipasang di helikopter-helikopter tempur China.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di wartaekonomi dengan judul "Gak Mau Dipermalukan, China Pamer Rudal Helikopter di Muka AS"

Baca Juga: Politik di AS Kian Panas Menjelang Pilpres, Trump Tolak untuk Berkomitmen Menerima Hasil Pemilihan

Rudal baru ini di buat oleh Institut Teknik Helikopter China, anah perusahaan dari Perusahaan Industri Penerbangan China. Dalam data dari perusahaan itu, rudal baru jenis anti-sistem pertahanan udara ini adalah yang pertama dibuat dalam sejarah militer China.

Pembuatan rudal anti-sistem pertahanan udara China ini kabarnya sempat ditunda, sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Akan tetapi, saat ini produksi sejumlah unit rudal sudah rampung dan siap dites.

Setelah lolos uji coba, rudal ini direncanakan bakal menggantikan peran rudal anti-tanl AKD-9 dan AKD-10.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Banjir Bandang di Masamba, Kasat Lantas Polres Sukabumi Angkat Bicara

Selain itu, rudal ini juga bisa menggantikan peran rudal anti-kapal YJ-9. Sejumlah ahli juga mengatakan bahwa rudal baru China ini punya kekuatan yang sama dengan Air-Ground-Missile (AGM) milik AS.** (Redaksi Warta Ekonomi)

Editor: Abdullah Mu'min

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah