Malaysia Tak Larang Warganya Mudik Idul Adha, Pemerintah: Syaratnya Harus Patuhi SOP

- 27 Juli 2020, 19:27 WIB
Ilustrasi masjid. *Pixabay
Ilustrasi masjid. *Pixabay /Pixabay/

MANTRA SUKABUMI - Warga Malaysia dapat melakukan perjalanan ke kota asal mereka untuk merayakan Hari Raya Idul Adha, yang akan jatuh pada hari Jumat,31 Juli 2020, karena dianggap tidak akan ada hambatan untuk perjalanan antar negara, seperti disampaikan Menteri Senior Ismail Sabri Yakob.

Namun, ia mengingatkan anggota masyarakat untuk selalu mematuhi prosedur operasi standar (SOP) untuk mengekang penyebaran virus corona.

"Amati SOP, meskipun pemerintah telah mengizinkan untuk melakukan perjalanan kembali, kita harus menjaga diri kita sendiri," katanya saat konferensi media, Senin.

Baca Juga: Kondisi Dunia Mengkhawatirkan, WHO Sebut Virus Corona Saat Ini Merupakan Darurat Kesehatan Global

Dia menambahkan bahwa rumah tangga hanya diperbolehkan memiliki maksimal 20 tamu pada satu waktu selama perayaan keagamaan.

Mereka yang masih di bawah karantina rumah wajib dilarang meninggalkan rumah mereka, menerima tamu, bepergian ke kota asal mereka atau melakukan sholat keagamaan.

"Jika seseorang yang memakai gelang karantina melanggar aturan, masyarakat harus melaporkannya ke PDRM (polisi)," katanya.

Baca Juga: Dikenai Denda Rp35 Juta, Arab Saudi Tangkap Orang yang Langgar Masuk Wilayah Masjidil Haram

Berkenaan dengan ritual pengorbanan untuk Hari Raya Haji, Ismail Sabri mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk membatasi hingga 10 hewan per lokasi, di mana maksimal 20 orang dapat hadir untuk setiap hewan yang disembelih.

Ismail Sabri menambahkan bahwa pemerintah lebih suka ritual pengorbanan seperti itu dilakukan di rumah pemotongan hewan.

Panduan yang diperbarui ini datang hanya satu hari setelah menteri mengatakan Malaysia dapat mengimplementasikan kembali perintah kendali gerakannya (MCO) jika jumlah kasus virus corona di negara tersebut mencapai tiga digit.

Baca Juga: ABG Pelaku Begal di Bandara Soetta, Ternyata Uang Hasil Begal Digunakan untuk Mabuk

"Saya mengerti bahwa jika MCO ditegakkan kembali, itu akan membuat segalanya menjadi sulit bagi semua pihak, termasuk kita yang ingin bekerja dan seterusnya, tetapi langkah ini harus diambil.

"Ini karena publik lupa apa yang perlu dilakukan, kami meringankan prosedur operasi standar dan jumlah kasus mulai meningkat lagi," katanya, Minggu.**

Editor: Emis Suhendi

Sumber: Channel New Asia


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah