Warga China Rayakan Penutupan Konsulat AS dengan Nyalakan Kembang Api, Ini Faktanya

- 29 Juli 2020, 07:45 WIB
Bendera AS dan Cina
Bendera AS dan Cina / / Reuters/.*/ Reuters

MANTRA SUKABUMI - Perseteruan AS dan China semakin memanas dengan saling menutup konsulat masing-masing negara. Ketegangan diplomatik melonjak antara kedua kekuatan yang saling menuduh telah membahayakan keamanan nasional masing-masing.

Pemerintah China merespon penutupan konsulatnya di Houston, Texas dengan menutup konsulat Amerika Serikat (AS) di Chengdu.

Terbaru, beredar sebuah video dalam siaran langsung warga China merayakan ditutupnya kantor konsulat Amerika Serikat (AS) di Chengdu dengan menyalakan petasan dan kembang api di depan gedung, pada Jumat 25 Juli 2020.

Baca Juga: Hizbullah Libanon Tuduh Israel Rekayasa Bentrokan di Perbatasan, Netanyahu Bantah Tuduhannya

Baca Juga: Indonesia akan Lakukan Vaksinasi Massal, Usai Vaksin Corona Ditemukan

Melansir Daily Mail pada Senin, 27 Juli 2020, seperti dikutip tim Mantrasukabumi.com dari RRI di dalam video itu menunjukkan seorang pria menyalakan kembang api, yang mendapatkan puluhan juta dukungan dari para netizen China yang menyebut warga Chengdu sebagai "pahlawan".

Seorang netizen berkata, "Jempol untuk pria yang menyalakan petasan. Benar-benar pahlawan."

Yang lain menjawab, "Warga Chengdu terlalu luar biasa. Saya juga akan membawa sampanye untuk merayakan."

Rekaman media sosial menunjukkan lusinan warga China berkumpul di luar konsulat AS di Chengdu pada Jumat ketika seseorang menyalakan petasan.

Baca Juga: Ratusan Kilo Narkoba Jenis Sabu di Tangerang ini Disembunyikan dalam Karung Berisi Jagung

Baca Juga: Himbauan MUI dalam Perayaan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, seorang reporter dari CGTN, yang melakukan siaran langsung, mengklaim bahwa kembang api itu berasal dari perayaan sebuah pernikahan warga.

“Tidak perlu panik. Beberapa warga sedang menikah," kata jurnalis wanita itu.

Sebelumnya, pihak berwenang China mengambil alih konsulat AS di Chengdu pada Senin, beberapa hari setelah Beijing memerintahkannya sebagai bentuk pembalasan atas perintah konsulat China di Houston.

penyiar CCTV menunjukkan rekaman bendera AS diturunkan. Beijing kemudian mengkonfirmasi bahwa konsulat telah ditutup pada pukul 10:00 waktu setempat.

Baca Juga: Menyusul Pelayan Gedung Putih, Penasihat Keamanan Trump Positif Covid-19

Baca Juga: Erdogan-Putin Bahas Hubungan Bilateral, Menyusul Ketegangan Azerbaijan dan Armenia

"Setelah itu, otoritas China masuk melalui pintu depan dan mengambil alih," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Media pemerintah melaporkan bahwa anggota staf konsulat AS di Chengdu telah meninggalkan kompleks pada Senin, 27 Juli 2020 sekitar pukul 6 pagi waktu setempat.

Selama akhir pekan, telah terlihat truk-truk pengangkut memasuki lokasi gedung dan petugas kebersihan terlihat membawa tas-tas besar sampah hitam dari konsulat.**

Editor: Encep Faiz

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah