Hubungan AS-Iran Kian Panas, Khamenei Tuduh Washington Gerakan Protes Anti Pemerintah

- 1 Agustus 2020, 12:10 WIB
Ayatollah Ali Khamenei mengatakan sanksi AS adalah 'kejahatan' yang telah menyebabkan peningkatan kemandirian nasional di Iran [kantor pers pemimpin Iran / Badan Anadolu] /

MANTRA SUKABUMI - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Amerika Serikat berusaha menggerakkan protes anti-pemerintah dengan menjatuhkan sanksi yang katanya bertujuan membangkrutkan negara.

Penguasa Iran telah mencoba untuk mencegah kebangkitan kembali kerusuhan anti-pemerintah yang telah mengguncang negara itu dalam beberapa tahun terakhir, yang dimulai dengan protes atas kesulitan ekonomi tetapi berubah menjadi politik, dengan demonstran menuntut pejabat tinggi untuk turun. Pihak berwenang mengatakan protes di jalan akan ditangani dengan "tegas".

"Tujuan jangka pendek mereka (AS) adalah untuk membuat orang-orang kami begitu muak dan lelah sehingga mereka akan menentang sistem (yang berkuasa)," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat menandai hari libur keagamaan Muslim Idul Adha, seperti dikutip mantrasukabumi.com dari Aljazeera.

Baca Juga: Kasus Djoko Tjandra, KPK Ikut Turun Tangan

"Tujuan jangka panjang mereka adalah membangkrutkan negara, dengan kata lain untuk membuat ekonomi runtuh." Selain sanksi AS, ekonomi Iran telah terpukul oleh penurunan harga minyak, serta krisis virus corona.

Iran memiliki salah satu korban tewas tertinggi di Timur Tengah dari pandemi.

Negosiasi dikesampingkan

Hubungan antara Teheran dan Washington telah memburuk sejak 2018 ketika Presiden AS Donald Trump meninggalkan perjanjian nuklir Iran tahun 2015 dengan enam kekuatan, di mana Teheran sepakat untuk mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sebagian besar sanksi internasional.

Baca Juga: PSG Juara Liga Prancis Usai Tundukan Lyon Lewat Adu Penalti

Halaman:

Editor: Emis Suhendi

Sumber: Aljazeera


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X