Ketahuilah Perjanjian Manusia dengan Tuhan pada Waktu Zaman Ruh, Simak Penjelasannya

21 Juli 2020, 15:04 WIB
ILUSTRASI manusia.* /Pixabay/ Geralt//

MANTRA SUKABUMI - Dengan segala kesenangan yang ada di muka bumi ini, manusia sering kali terperdaya oleh kenikmatan sementara yang membuat manusia itu terlena.

Dan bahkan manusia lupa bahwasannya telah terjadi pengambilan sumpah atas ruh manusia dengan Tuhannya.

Ketika ruh berada di dalam jasad, ruh lupa akan perjanjian awal di alam Lahut. Yaitu hari perjanjian: “Alastu birabbikum?” (Bukankah Aku ini Tuhanmu?) Ruh menjawab “Benar, Enkau adalah Tuhan kami," (QS. Al-A'raf : 172).

Baca Juga: Viral, Pesepeda dengan Santai Bebas Bermain di Jalan Tol Cipali, Netizen: Bebas Hambatan

Karena ruh lupa pada perjanjian awal, maka ruh tidak dapat kembali ke alam Lahut sebagai tempat awal.

Dengan kasihnya Allah menolong mereka dengan menurunkan kitab-kitab samawi sebagai peringatan tentang negeri asal mereka, sesuai dengan Firman Allah QS.Ibrahim ayat 5.

“Berikanlah peringatan pada mereka tentang hari-hari Allah”, yaitu hari pertemuan antara Allah dengan seluruh arwah di alam Lahut.

Baca Juga: Ubur-ubur Teror Pengunjung Pantai Palabuhanratu, Balawista Minta Untuk Waspada

Lain halnya dengan para nabi, mereka datang kebumi, dan kembali ke akhirat badannya di bumi, sedangkan ruh intinya berada di negeri asal karena adanya peringatan ini.

Sangat sedikit orang yang sadar dan kembali serta berkeinginan dan sampai ke alam asal.

Karena sedikitnya manusia yang mampu kembali ke alam asal maka Allah melimpahkan kenabian kepada ruh agung Muhammad Rasulullah.

Baca Juga: Pandemi Virus Corona Sulitkan Latihan Militer Gabungan Korut dan AS

Penutup penunjuk jalan dari kesesatan ke alam terang. Ia diutus para rasul untuk mengingatkan mereka yang lupa dan membuka hatinya.

Nabi mengajak mereka agar kembali dan sampai serta bertemu dengan ‘Jamal Allah’ yang azali, sesuai dengan Firman Allah: “Katakanlah: ini adalah jalanku. Aku menajak ke jalan Allah dengan pandangan yang jelas. Aku dan para pengikutku”.
Wallahu a’lam.**

Editor: Emis Suhendi

Tags

Terkini

Terpopuler