Jangan Sering Bentak Anak, Kata dr Aisyah Dahlan Dampaknya Fatal: Otak Korslet Hangus

- 10 Oktober 2021, 17:20 WIB
Jangan Sering Bentak Anak, Kata dr Aisyah Dahlan Dampaknya Fatal: Otak Korslet Hangus
Jangan Sering Bentak Anak, Kata dr Aisyah Dahlan Dampaknya Fatal: Otak Korslet Hangus /Youtube/Rumil Al-Hilya

MANTRA SUKABUMI - dr Aisyah Dahlan memberikan peringatan bagi para orang tua dalam mengurus anak.

Karena dampaknya yang fatal, dr Aisyah Dahlan melarang orang tua agar jangan sering membentak anak.

Sebab kata dr Aisyah Dahlan saat anak dibentak, maka akan terjadi sebuah percepatan aliran listrik di otaknya.

Baca Juga: dr Aisyah Dahlan: Penting Buat Orang Tua, bagi Anak Laki-laki Main itu Belajar

Hal tersebut sesuai dengan beberapa penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh Lies Elieos seorang Neurologis dan Neurosaintis.

"Jadi kalau anak sering dibentak oleh orang tuanya itu sudah banyak penelitiannya, salah satunya penelitian dari Lies Elieos ya seorang Neurologis dan Neurosaintis, dia pernah test otak anaknya, sengaja sebetulnya dia teriak ya, itu ternyata terjadi percepatan arus listrik pada sambungan otaknya," terang dr Aisyah Dahlan seperti dikutip mantrasukabumi.com dari akun tiktok @dokter_aisyahdahlan pada Minggu, 10 Oktober 2021.

Tak hanya itu, dr Aisyah Dahlan menjelaskan saat dibentak aliran listrik pada otak anak terjadi lonjakan yang terlalu cepat.

Sehingga lonjakan tersebut bisa menyebabkan korsleting, tali-tali di otaknya hangus.

"Jadi pada saat anak dibentak, itu listriknya itu terjadi loncatan yang terlalu cepat, sehingga dia bisa korslet, tali talinya hangus, Masyaa Allah," jelas Dokter terapis itu.

Sedangkan jika dalam ilmu alam bawah sadar hal tersebut bisa membentuk memori yang luka.

"Kalau dalam ilmu alam bawah sadar itu terjadi sambungan neuron yang terlalu kuat sehingga membentuk memori yang membuat luka," ujarnya.

"Jadi hati-hati pada anak-anak yang selalu dibentak ya, apalagi dibentak dengan emosi ya," jelasnya.

"Kecuali memang logat suarnya keras, sepeti saya nih orang bugis tidak bisa bicara lembut seperti orang Jogya," sambungnya.

"Tapi otak mengerti, mana suara yang keras gembira mana yang marah," pungkasnya.

Salah satu reaksi orang tua membentak atau marah pada anaknya, salah satunya saat anak sulit disuruh belajar.

dr Aisyah Dahlan memberikan tips cara motivasi anak agar rajin belajar tanpa harus dibentak atau dipaksa orang tua.

Baca Juga: dr Aisyah Dahlan Sebut Laki-laki yang Hobi Mancing adalah Orang Introvert Pemikir dan Pengamat

dr Aisyah Dahlan pun memberikan masukan agar orang tua menggunakan 5 bahasa kasih sayang dalam menyikapi anak.

"kadang setiap anak itu beda-beda, bahkan suami istri ajah beda cara mengungkapkan kasih sayang dan cintanya," ucap dr Aisyah Dahlan.

dr Aisyah Dahlan dikenal dengan gaya bicaranya yang santai namun tegas ini mengungkapkan bahwa cara motivasi setiap anak itu beda-bada, yang lebih utama yaitu mengedepankan rasa kasih sayang.

Kemudian ada konsep teori baterai ksih sayang menurut dr Adi W. Gunawan salah satu guru dr Aisyah Dahlan

"di otak manusia itu ada baterainya," ujar dr Aisyah Dahlan

Menurut dr Aisyah Dahlan ungkapan ini adalah perumpamaan agar mudha dipahami.

"Rasa aman dan nyaman seseorang berbanding lurus dengan isi baterai kasihnya  artinya batu otak itu bisa aman dan nyaman kalo diisi baterai kasih sayang," jelasnya.

Artinya baterai kasih sayang yang dimaksud dr Aisyah Dahlan adalah tutur kata atau sikap orang tua pada anak yang mesti dilakukan menggunakan 5 bahasa kasih sayang.

Lebih lanjut dr Aisyah Dahlan mengatakan jika sifat baterai kasih sayang harus diisi setiap hari atau minimal 3 hari dalam seminggu.

Menurut dr Aisyah Dahlan jika tidak diisi baterai maka penyimpangan perilaku akan dilakukan anak karena tidak ada bimbingan sebelumnya.

"contohnya sebelum baca Al quran isi dulu baterainya, kasih masukan dari orang tua," sarannya.

"Kalo anak malas cek batang otakna, lapar kah, hauskah? atau cape baru beres bermian," ujarnya.

Penyimpangan perilaku adalah indikasi baterai sudah mencapai batas kritis manusia.

dr Aisyah Dahlan pun unggkap 5 Dasar Bahasa Kasih di antaranya:

1. Pujian (kata-kata pendukung)

2. Waktu yang berkualitas bersama (ngobrol bareng, jalan bareng, makan, ibadah bareng dan lainnya)

3. Sentuhan fisik (memeluk, menggandeng, menuntun saat nyebrang, dan lainnya)

5. Pelayanan (membetulkan barang/alat yang rusak, menyiapkan, membantu dan lainnya)

6. Hadiah

Baca Juga: Tata Cara Mengangkat Tangan saat Berdoa dari dr Aisyah Dahlan

Saran dr Aisyah Dahlan ini bisa dilakukan pada anak bayi 0 – 3 tahun, ke 5 bahasa kasih tersebut harus diisi setiap hari.

Namun di atas 3 tahun tidak perlu diisi ke lima-lima nya namun pilih yang menurut orang tua dan anak nyaman.

Ke 5 bahasa kasih itu bida membuat anak senang, tapi ada 2 bahasa kasih utama yang cepat kosong

"Ke 2 bahasa kasih yang kosong itu harus diisi Setiap hari, supaya tidak low batt, agar tercipta keluarga sakinah," ucapnya.

"Sampaikan cinta kita berdasarkan bahasa kasih dia, bukan dengan bahasa kasih kita supaya tidak “miss mengerti ” supaya tidak “garing”, ucapnya.

"Kadang ada seseorang yang merasa “garing” padahal sudah dipenuhi kebutuhannya oleh orang-orang tercintanya tapi masih merasa ada yang “kurang”," pungkasnya.***

Editor: Robi Maulana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah