Peringati Hari Kesehatan Nasional, Kenali 6 Tanda Gejala Depresi

10 November 2021, 14:10 WIB
Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Kenali 6 Tanda Gejala Depresi./* /tangkap layar dinkes.kuburayakab.go.id/

 

MANTRA SUKABUMI - Tuntutan pekerjaan sering membuat seseorang rentan mengalami stress yang berdampak pada kesehatan jiwa dan raga, salah satu dampaknya adalah depresi.

Depresi bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak dan remaja.

Bahkan dalam kasus yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, bunuh diri di Indonesia terus meningkat yang melibatkan kalangan anak muda yang merasa depresi akibat tugas yang menumpuk saat situasi pandemi.

Baca Juga: Duel Sengit 2021, Tokopedia vs Shopee: Mana Jawara Marketplace Sesungguhnya?

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, jumlah perempuan penderita depresi dua kali lebih banyak dari laki-laki. Tetapi jumlah laki-laki yang bunuh diri jauh lebih banyak dari perempuan.

Hal tersebut dikarenakan perempuan lebih cenderung mencari dan mendapatkan perawatan untuk masalah-masalah Kesehatan jiwa. Sementara, laki-laki secara tradisional menganggap penyakit jiwa sebagai tanda kelemahan dan enggan mencari bantuan.

Menurut Matt Haig dalam buku yang berjudul ‘Reason to Stay Alive,’ orang-orang yang bunuh diri kebanyakan adalah penderita depresi, karena depresi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di planet ini.

Yang lebih mencengangkan, depresi adalah penyakit yang sebegitu parahnya sehingga penderitanya menyebabkan kematian bagi diri mereka sendiri.

Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 16.000 kasus bunuh diri tiap tahunnya.

Sayangnya, banyak orang yang terlalu memandang remeh penyakit mental yang satu ini.

Mereka menganggap depresi merupakan suatu tanda dari kelemahan mental seseorang sehingga banyak dari mereka yang kemudian mencoba untuk mengabaikan penyakit tersebut.

Baca Juga: Rayakan Hari Kesehatan Dunia, BPJS Kesehatan RI Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Dilansir Pikiran Rakyat (PR) dalam laman prima hospital.com, berikut 6 tanda gejala depresi yang harus dikenali:

Kelelahan fisik dan mental.

Seseorang yang terkena depresi biasanya terlihat dari penurunan gairah dan keinginan untuk bersosialisasi dengan rekan sejawatnya, dan juga kadang disertai dengan beberapa keluhan fisik seperti misalnya sakit kepala, mual, berdebar-debar dan gangguan pencernaan.

Kehilangan selera makan.

Seseorang yang sedang depresi ditandai dengan penurunan nafsu makan serta gangguan tidur atau insomnia.

Kesedihan yang tak berkesudahan.

Untuk mengetahui apakah kita terkena depresi, biasanya dapat dilihat dari adanya perubahan kondisi emosional dari seseorang.
Orang yang kena depresi kerap terlihat murung, sedih, atau kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang biasanya dia sukai.

Kadang-kadang tidak sanggup berbicara.

Baca Juga: Peringati Hari Kesehatan Nasional 2020, Kemenkes Ajak Tepuk Tangan 56 Detik Sebagai Apresiasi

Gejala ini biasa dikenali pada penderita depresi berat, mengakibatkan ketidakmampuan untuk melakukan pekerjaan atau aktivitas sosial.

Merasa diri tidak berguna.

Selain menarik diri dari lingkungan, faktor lain yang terlihat saat sedang depresi adalah menurunnya kepercayaan diri dan merasa tidak berguna.

Ketakutan berada di tempat ramai.

Seseorang yang biasanya aktif, kemudian akan menarik diri dari lingkungannya.

Lalu, bagaimana cara mendampingi seseorang yang menderita depresi?

Pertama, pahami kondisi penderita. Dengarkan apa masalah mereka, lalu tanyakan apa yang bisa kita lakukan.

Bantulah mengangkat sedikit tekanan pekerjaan atau beban hidup mereka, minimal hadir dan menemani.

Kemudian jangan pernah masukan segala situasi ke dalam hati, apalagi menganggap keadaan si penderita adalah hal yang sepele.
Yang terpenting, yakinkan bahwa si penderita masih dibutuhkan dan dihargai.

Alangkah baiknya kita harus peduli pada kondisi mental seseorang, jangan sampai depresi merenggut masa depan mereka. ***

Editor: Indira Murti

Tags

Terkini

Terpopuler