Heboh, Arteria Dahlan Sebut PKI Ada di PDI Perjuangan: Ya Jelas Ada

5 Oktober 2020, 15:48 WIB
Arteria Dahlan. //Instagram.com/@arteriadahlan

MANTRA SUKABUMI - Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan pernyataan politikus PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan yang menyebut PKI ada di PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan Arteria saat merespons pernyataan Wasekjen Gerindra Ahmad Dhani yang menyebut bahwa PKI melebur ke PDIP.

Menanggapi hal itu, Arteria membenarkan ucapan Dhani, karena PDIP adalah partai yang terbuka.

Baca Juga: Mencengangkan, Isu Manipulasi Data Covid-19, Ternyata Biaya Satu Pasien Bisa Capai 231 Juta

Baca Juga: Gawat, Fadli Zon Bocorkan PKI Adalah Dalang G30S 1965, Simak Penjelasannya

“Jadi kalau ditanya apakah PDI Perjuangan ada PKI-nya ya jelas. Karena kami partai terbuka ya. Dan tapi yang perlu kita ingatkan. Bukan hanya di PDI Perjuangan yang ada PKI nya. Nanti teman-teman cari sendiri di partai mananya,” ujar Arteria pada Senin, 5 Oktober 2020.

Bahkan Arteria juga menegaskan di PDI Perjuangan tidak hanya ada PKI, Namun ada juga anak dari keluarga PRRI, DI/TII, serta anak aparat penegak hukum.

“Tapi di PDI Perjuangan bukan hanya anak PKI. Anak PRRI, anak DI-TII, dan utamanya lagi banyak anak TNI, banyak anak Polisi, banyak anak birokrat. Kenapa nggak dibilang partai TNI, partai polisi, partai birokrat. Gitu ya,” tanyanya.

Arteria menjelaskan bahwa PDI Perjuangan justru menampung orang-orang yang terpinggirkan.

Baca Juga: Merchant Baru ShopeePay Minggu ini Penuh dengan Fesyen dan Makanan Lezat

“Banyak PDI Perjuangan merekrut PKI. PDI Perjuangan merekrut orang yang terpinggirkan. Orang yang termarjinalkan. Contohnya saya. Kami dari keluarga PRRI. Diambil. Ya kenapa nggak dibilang PDI Perjuangan PRRI Permesta gitu?” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wasekjen Partai Gerindra Ahmad Dhani menyampaikan pesan pada hari jadi TNI ke-75. Ia meminta TNI fokus kepada bahaya laten komunis.

“Bahaya laten itu komunis (PKI) karena ada dalam TAP MPRS No 25 tahun 1966. HTI-FPI-DI TII tidak ada di dalam Tap MPR. Jadi fokus saja pada perintah TAP MPRS No 25 tahun 1966,” kata Ahmad Dhani dalam keterangannya pada Senin, 5 Oktober 2020.

“Sebaliknya, mengapa masyarakat takut ada NEO PKI? Karena PKI dulu melebur ke PDIP dan rakyat tahu PDIP memimpin koalisi Jokowi-Ma’ruf. Apalagi rakyat juga sudah tahu soal Pancasila mau diganti Trisila bahkan Ekasila,” pungkasnya.**

Editor: Andriana

Tags

Terkini

Terpopuler