Beberkan Tudingan Tutupi Kasus Pemerkosaan di Cibiru Bandung, Atalia Praratya Sebut Hoaks Berikut Kronologinya

12 Desember 2021, 18:01 WIB
Beberkan Tudingan Tutupi Kasus Pemerkosaan di Cibiru Bandung, Atalia Praratya Sebut Hoaks Berikut Kronologinya./* /Youtube K Art and Craft/


MANTRA SUKABUMI - Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya beberkan soal tudingan dirinya yang diduga tutupi kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh predator seks di Cibiru Bandung.

Sosok yang kerap disapa bu Cinta menegaskan bahwa kasus tersebut adalah hoaks dan menyebut bahwa dirinya telah mengkawal kasus ini sejak 27 Mei 2021 dengan UPTD PPA Jabar bersama dengan PPA Polda Jabar.

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun sampaikan kronologi hingga perkembangan kasus tersebut, mulai dari pelaku hingga para korban.

Baca Juga: Shopee 12.12 Birthday Sale TV Show Hadirkan TOMORROW X TOGETHER, Al & Andin, dan Deretan Bintang Dangdut

Atalia Praratnya menyebutkan bahwa akan fokus terhadap kasus ini pada poin-poin berikut :

- HUKUM BERAT PELAKUNYA!
- SELAMATKAN MASA DEPAN KORBANNYA!
- PASTIKAN HAL INI TIDAK TERJADI LAGI
- STOP SEBAR INFORMASI YANG MENYUDUTKAN KORBAN!

Selain itu, ia pun meminta agar pihak media dan masyarakat untuk kerja sama dalam melindungi korban dari dampak-dampak lain yang ditimbulkan dari pemberitaan di media.

Berikut kronologi terkait kasus pemerkosaan predator seks di Cibiru Bandung yang dijelaskan oleh Atalia Praratya.

"Saya sendiri sejak Juni 2021 secara langsung terus memantau dan berinteraksi dengan korban dan orang tuanya untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak perlindungannya," kata Atalia Praratya.

Menurutnya, para korban saat ini sudah kembali ke orang tuanya masing-masing dengan terus dipantau perkembangan psikisnya oleh tim trauma healing.

Baca Juga: Atalia Praratya Ridwan Kamil Klarifikasi Soal Tudingan Tutupi Kasus Pemerkosaan di Cibiru Bandung

"Kami mengharapkan kerja sama dari media untuk sama-sama melindungi korban dari dampak-dampak lain," ucap Atalia Praratya.

Sementara itu, saat ini kasus pelecehan seksual oleh pengajar tersebut sudah masuk persidangan keempat.

Kasus tersebut sengaja tidak diekspos untuk menjaga dampak negatif terhadap kejiwaan korban.

"Kejadian biadab ini juga sudah ditangani oleh UPTD PPA Jabar bersama dengan PPA Polda Jabar sejak 27 Mei 2021, bekerja sama dengan kota dan kabupaten terkait," tutur Atalia Praratya.

Dia juga menambahkan, pihaknya saat ini fokus untuk menyelamatkan masa depan korban dan memastikan kasus serupa tidak terulang kembali.

Oleh karena itu, Atalia Praratya mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang menyudutkan korban.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan kepada 29 orang yang terdiri dari pelapor, saksi dan/atau korban, dan saksi, saat memberikan keterangan dalam persidangan.***

Editor: Indira Murti

Tags

Terkini

Terpopuler