Penyidik Polri Evaluasi Hasil Klarifikasi Saksi Terkait Kasus Rizieq

24 November 2020, 19:23 WIB
Habib Rizieq Shihab. /ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ANTARA

MANTRA SUKABUMI - Kerumunan massa yang dihadiri Habib Rizieq Shihab mengakibatkan beberapa tokoh penting di DKI Jakarta seperti Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta diminta keterangan oleh Polisi terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Saat ini penyidik sedang melakukan evaluasi hasil klarifikasi tentang kasus pelanggaran protokol kesehatan terhadap semua saksi yang sudah dimintai keterangannya terkait kasus kerumunan massa yang dihadiri Habib Rizieq Shihab.

Untuk siapkan gelar perkara, tim penyidik masih kumpulkan barang bukti serta analisis hasil digital forensik terkait lasusu ini.

Baca Juga: Inilah Merchant Terbaru ShopeePay Beri Inspirasi Makan Selama WFH

Baca Juga: Anies Baswedan: Warga DKI Jakarta Harus Siap Hadapi 3 Tantangan Ini Dalam Waktu Dekat

Tim penyidik tengah mendalami semua penyelidikan terkait kerumunan massa yang dihadiri HRS tersebut, sebagaimana dilansir mantrasukabumi.com dari laman Antaranews pada Selasa, 24 November 2020.

"Untuk saat ini penyidik sedang mengevaluasi terkait hasil klarifikasi," ujar Brigadir Jendral Polisi Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 24 November 2020.

"Hal ini harus dikerjakan (untuk) gelar atau ekspos di depan jaksa penuntut umum," sambungnya.

Proses ini sangat panjang, mulai dari kedatangan HRS di bandara Soetta, Petamburan, sampai Megamendung.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Habib Rizieq Diciptakan Jokowi: Setelah Terkenal Bingung Ngatasinya

Akibat proses yang begitu panjang, sampai dibuatkan tim gabungan untuk pemeriksaan pelanggaran prokes tersebut.

"Karena prosesnya itu berturut-turut mulai dari Bandara (Soetta), di Petamburan, lalu Megamendung sehingga (pemeriksaan) pelanggaran protokol kesehatan dibuatkan tim gabungan. Pada intinya Mabes Polri membantu, tidak ada tumpang-tindih," ujar Awi.

Berikut adalah penyelidikan terkait kasus tersebut.

1. Bandara soekarno hatta

Kerumunan di Bandara Soetta akibat massa yang ingin menjemput kepulangan HRS, tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Mengejutkan Mendagri Terbitkan Intruksi Tentang Pencopotan Kepala Daerah yang Langgar Prokes

2. Petamburan

Kerumunan di Petamburan dalam acara pernikahan putri HRS dan Maulid Nabi Muhammad saw.

3. Mega Mendung

Kerumunan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, ketika ketua FPI  hadiri acara peletakan batu pertama dan tablig akbar di salah satu pesantren.

Akibat kasus tersebut, dua Kapolda dimutasi, yaitu Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi, karene dianggap tidak tegas dalam menegakan prokes di wilayah hukum masing-masing.**

 

 

Editor: Robi Maulana

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler