Lapangan Pekerjaan Sulit di Masa Pandemi, Ekonomi Kreatif Jadi Solusi

- 8 September 2020, 10:30 WIB
Lapangan Pekerjaan Sulit di Masa Pandemi, Ekonomi Kreatif Jadi Solusi
Lapangan Pekerjaan Sulit di Masa Pandemi, Ekonomi Kreatif Jadi Solusi /RRI/.*/RRI

MANTRA SUKABUMI - Pandemi virus Covid-19 telah berlangsung lama di belahan dunia, segala upaya telah dilakukan untuk mengatasi pandemi ini.

Pandemi ini telah melumpuhkan berbagai sektor yang ada terutama ekonomi, selama pandemi sektor ekonomi menjadi permasalahan utama.

Sehingga permasalahan ini menjadi pekrjaan rumah yang perlu diselesaikan, maka langkah pemerintah memberikan bantuan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Mengkhawatirkan dalam Sepekan Terakhir, Bali Alami Lonjakan Kasus Baru Covid-19

Baca Juga: Karena Covid-19, KUA di Kota Yogyakarta Tutup Sementara

Menurut wakil ketua komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi yakni dengan menghidupkan ekonomi kreatif dan juga harus berdampingan dengan sektor pariwisata.

Menurutnya, selama pandemi virus Covid-19, sektor ini sempat menurun tajam. Untuk itu, perlu menjadikan ekonomi kreatif bagian dari arus utama pembangunan nasional.

"Sektor ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja baru yang berpihak pada nilai seni, budaya Bangsa Indonesia, atau sumber daya ekonomi lokal. Untuk itu, perlu mengarusutamakan ekonomi kreatif dalam rencana pembangunan nasional," kata Fikri seperti dikutip Mantrasukabumi.com dari rri.co.id pada Selasa, 8 September 2020.

Politisi PKS ini menyampaikan, banyak masalah yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif, diantaranya masalah klasik pembiayaan yang sebelum Covid-19 pun sudah bermasalah.

Baca Juga: Lagi-Lagi, 3 Guru Cimahi Positif Covid-19, Zona Kembali Oranye

Baca Juga: Penelitian di Hong Kong Menemukan Tes Tinja COVID-19 Mungkin Efektif Untuk Anak - Anak dan Bayi

Mestinya, lanjut Fikri, pembiayaan bagi para palaku ekonomi kretif bisa dibantu dengan agunan berbasis hak kekayaan intelektual. Belum lagi pemasaran produknya juga masih ditemukan hambatan di sana sini.

"Upaya yang kami lakukan adalah berangkat dari beberapa masalah pokok terkait ekonomi kreatif. Perlu penguatan bersama, di antaranya soal pembiayaan. Bagaimana akses terhadap pembiayaan ekonomi kreatif yang sebelum Covid-19 masih jadi kendala," paparnya.

"Tidak ada pelaku ekonomi kreatif yang difasilitasi perbankan maupun non perbankan. Rata-rata tidak punya agunan," tandasnya.**

Editor: Encep Faiz

Sumber: RRI.co.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah