Relaksasi Pajak Diberlakukan Mulai Maret 2021, Harga Mobil Baru Diprediksi Turun Mencapai 40 Persen

13 Februari 2021, 08:25 WIB
Ilustrasi Mobil baru bebas pajak. /Pikiran-Rakyat.com/Aldiro Syahrian

MANTRA SUKABUMI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan Kementerian Perindustrian terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor secara bertahap selama 2021.

“Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021.

Ia menjelaskan skenario besaran relaksasi PPnBM adalah nol persen pada Maret-Mei, kemudian 50 persen pada Juni-Agustus dan 25 persen pada September-November 2021.

Baca Juga: Jajan di Kantin hingga Staycation di Hotel, ShopeePay Hadirkan Cashback 30%

Baca Juga: Dunia Hiburan Kembali Berduka, Cak Lontong: Selamat Jalan

Dengan relaksasi itu, kata dia, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” imbuh Menko Airlangga, dikutip mantrasukabumi.com dari laman AntaraNews, Sabtu, 13 Februari 2021.

Jika aturan relaksasi pajak mobil baru nol persen ini terwujud, maka harga mobil baru dipastikan menjadi lebih terjangkau, karena pajak mobil baru ditanggung pemerintah.

Baca Juga: Tidak Dapat BSU BPJS 2021, Pekerja Tetap Terima Rp2,4 Juta, Begini Syarat Mudahnya

Berikut ini komponen pajak yang bisa menurunkan harga mobil hingga 40 persen :

-Pajak pertambahan nilai (PPN),

-Pajak penjualan barang mewah (PPnBM),

-Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB)

-Pajak kendaraan bermotor (PKB)

Komponen-komponen tersebut yang seharusnya ditanggung konsumen, sekarang dengan adanya kebijakan relaksasi pajak hal tersebut menjadi tanggungan pemerintah. Sehingga harga yang dibayarkan konsumen hanya harga off the road kendaraan saja.

Baca Juga: Mengejutkan, PKB Lirik Raffi Ahmad dan Agnes Monica untuk Calon Gubernur DKI Jakarta 2024

Sebagai contoh apabila harga mobil kisaran Rp.200.000.000 sampai Rp. 250.000.000 maka konsumen cukup membayar Rp. 120.000.000 sampai Rp. 150.000.000 saja karena sudah dipotong sekitar 40 persen dari komponen yang awalnya ditanggung konsumen sekarang jadi tanggungan pemerintah.***

Editor: Ridho Nur Hidayatulloh

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler