PJJ di Sukabumi Tidak Optimal Akibat Terkendala Akses Internet, Dede Yusuf Sebut Perlu Dukungan Semua Pihak

- 31 Januari 2021, 09:00 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi saat Komisi X DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik bidang pendidikan ke ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis 29 Januari 2021
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi saat Komisi X DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik bidang pendidikan ke ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis 29 Januari 2021 /Instagram.com/@ddyusuf66

MANTRA SUKABUMI  - Masuknya virus corona ke Indonesia  pada awal bulan Maret tahun 2020 lalu  ditetapkan sebagai pandemi di seluruh dunia dan  belum bisa teratasi sampai saat ini.   

Semakin bertambahnya kasus positif corona membuat pemerintah kewalahan  sehingga diberlakukannya kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tidak terkecuali untuk kegiatan belajar formal. 

Sebagian besar satuan pendidikan telah melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun penerapan PJJ belum sepenuhnya optimal di beberapa daerah, masih banyaknya daerah di pedesaan yang belum bisa mengakses internet dan teknologi menjadi penyebab proses belajar secara daring tidak dilaksanakan.

Baca Juga: Brand Lokal Favorit Masyarakat Kini Hadir Jadi Merchant Baru ShopeePay

Baca Juga: Lama Tak Terdengar, Ely Sugigi Tiba-tiba Ungkap Kesedihan: Cuma Bisa Sabar dan Lapang Dada

Wakil Ketua Komisi X DPR RI diwakilii oleh Dede Yusuf Macan Effendi pada Kamis, 29 Januari 2021  melakukan kunjungan ke Kabupaten Sukabumi beserta anggota dewan lainnya untuk memastikan secara langsung penerapan PJJ dan menjaring data dan aspirasi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi .

“Pembelajaran jarak jauh ini ternyata masih ada masalah terkait sinyal. Banyak daerah-daerah, seperti di Kabupaten Sukabumi bagian selatan, masih banyak blank spot wilayah tersebut tidak bisa melakukan PJJ,” kata Dede usai memimpin pertemuan di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat seperti dikutip mantrasukabumi.com dari situs dpr.go.id pada Minggu, 31 Januari 2021.

Sehingga menurut Dede untuk wilayah yang blak spot perlunya dukungan dari berbagai pihak supaya kegiatan PJJ dapat berjalan optimal.

Baca Juga: KNPI Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi, Muannas : Ini Delik Aduan Harusnya Pigai yang Lapor

Baca Juga: Nadiem Makarim Jalani Acara Ritual Jawa, Netizen: Lama di Harvard Tapi Tetap Berbudaya Indonesia

Terutama, Dede menambahkan perlunya untuk memasang beberapa tower agar akses jaringan internet lebih efektif.

“Perlu dukungan dari Kominfo atau provider telekomunikasi untuk menambah tower-tower tertentu,” ujarnya.

Namun, perlunya ditambah tower-tower jaringan provider tersebut menurut Dede jangan melihat dari segi bisnis, akan tetapi bisa dilihat dari sisi menyelamatkan generasi anak-anak agar tetap bisa menjalankan kegiatan belajar secara PJJ.

“Ini tidak boleh berfikir secara bisnis, tetapi bagaimana menyalamatkan generasi dan anak-anak kita untuk bisa tetap belajar,” pungkasnya.

Baca Juga: Indra Bekti Tiba-tiba Sampaikan Kabar Mengejutkan Soal Kesehatannya: Mohon Doanya

 Baca Juga: Komedian Indonesia Meninggal Dunia, Yadi Sembako: Innalilahi, Selamat Jalan Sodaraku

Kabupaten Sukabumi bisa diketahui terdiri atas 47 kecamatan yang meliputi 364 desa dan 3 kelurahan, setidaknya ada 12 Kecamatan yang belum memiliki akses internet yang belum memadai.

Proses PJJ yang tidak maksimal akan berdampak buruk pada kualitas pendidikan saat ini. Semoga pandemi covid segera berlalu sehingga anak-anak bisa melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka kembali. ***

Editor: Encep Faiz

Sumber: dpr.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah